Pernah marah? Pastinya pernah donk. Penyebab marah biasanya disebabkan rasa sakit hati yang menusuk sanubari kita bukan? (cieeh) dan rasa sakit hati itu sudah tidak dapat dibendung lagi, dan pada akhirnya dilampiaskan ke dalam berbagai bentuk tindakan. Nah biasanya bila sudah marah, sering melampiaskannya dengan tindakan yang anarkis, bukankah begitu? :D
Tetapi cukup salut juga dengan orang-orang yang bila marah, dia hanya terdiam. Entah karena memang tipikal seperti itu atau memang sedang kehabisan kata-kata, tetapi itu lebih baik daripada berbuat anarkis bukan?!
Nah, disini akan saya postingkan dari beberapa sumber baik dari segi agama maupun dari segi biologis mengenai marah, seperti adab ketika sedang marah dan kerugian ketika kita sedang marah.
Ada beberapa kerugian dari marah, bukan hanya rugi dalam masalah kejiwaan tetapi juga rugi dalam hal kesehatan, bahkan juga dalam masalah kehidupan sosial kita.
Marah dapat menyebabkan stres yang berkepanjangan sehingga dapat menyebabkan depresi. Marah atau dendam terhadap seseorang bisa membuat kita terus mengingat-ingat kesalahan orang tersebut, di mata kita tidak ada deh kebaikan dari orang tersebut. Nah, depresi itu bisa menyebabkan kita putus asa dan biasanya depresi bisa mengakibatkan banyak hal, seperti bunuh diri (naudzubillaah) dan bisa mengakibatkan kegilaan, iyah tidak sih?
Selain itu, Marah juga bisa membuat kita terkena efek kesehatan negatif dari biologis tubuh kita. Contohnya, kita bisa terkena sakit jantung karena saat kita marah, dampak psikologi akan langsung dirasakan jantung dan arteri. Emosi negatif seperti rasa marah dan benci akan mengaktifkan respon "melawan atau lari" sehingga hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol, akan membuat jantung berdetak lebih keras. Demikian juga halnya dengan napas yang menjadi cepat dan tekanan darah meningkat sebagai akibat pembuluh darah yang mengerut.
"Kadar adrenalin dan kortisol dalam kadar yang tinggi akan memberi efek racun bagi jantung. Selain itu terlalu sering marah akan mempercepat proses ateroklerosis atau penimbunan lemak di pembuluh darah," kata Jerry Kiffer, MA, peneliti bidang jantung dan otak dari Cleveland Clinic's Psychological Testing Center, AS. (http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/21/16100877/Pemarah.Rentan.Sakit.Jantung)
Serem yah, tetapi ternyata bukan itu aja, kerugian saat kita marah masih ada lagi, nah kalau ini dari efek kehidupan sosialnya, efek dari marah bisa mengakibatkan kita dijauhi oleh teman bahkan jadi bertambah deh musuhnya. Pertanyaan sederhana untuk diri saya sendiri dan teman-teman, mau tidak berteman dengan orang menyimpan amarah dan dendam? Atau dengan orang-orang yang pemarah?
Lalu, kira-kira seperti apa yah yang harus kita lakukan ketika emosi kita sedang meningkat, disini saya akan memberitahukan adab-adab marah yang saya ambil dari salah satu sumber, sebaiknya apa saja yang kita lakukan ketika sedang marah.
Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah.
"Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala," tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.
Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim.
Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. "Ingatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang Khalik ketika sedang marah," ungkap Syekh Sayyid Nada. Menurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid Nada, itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun (sabar).
Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134).
Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).
Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya." (HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.)
Keenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.
Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).
Kedelapan, berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah," tuturnya, Kesembilan, memeberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf." (QS Asy-Syuura:37). (http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/10/08/08/128853-adab-mengendalikan-amarah-menurut-islam)
Marah atau dendam tidaklah baik bila dapat mengakibatkan kerugian, so semoga bacaan ini bermanfaat untuk yang membaca terutama untuk diri saya sendiri yang masih harus belajar meredam marah, selayaknya saya seorang manusia mohon maaf atas segala khilaf ^^