Bug

Simple Mind With Great Action

a blog that contain simple stories

On Sabtu, 15 Oktober 2011 0 komentar


Memasak spaghetti untuk sebagian orang terasa mudah, nah ini pengalaman pertama saya bikin spaghetti, karena bumbu jadinya dah tinggal sedikit dan tidak mencukupi sisa 'mie' nya, oleh karena itu saya improvisasi (syaa elah) dengan bumbu-bumbu ala saya :D

Bumbu:
cabe merah (sesukanya)
lada
bawang putih
bawang merah
bumbu penyedap rasa sapi

Bahan:
bakso
tomat
bawang bombai
minyak goreng
spaghetti

Cara Membuat Saus:
1. Haluskan bumbu yang berupa cabe merah, lada, bawang putih, dan bawang merah
2. Potong-potong bawang bombai setipis mungkin dan bakso menjadi dadu kecil-kecil
3. Blender tomat hingga halus
4. Bila sudah siap semuanya, panaskan minyak goreng lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan.
5. Bila tumisan bumbu sudah kecoklatan masukkan potongan bawang bombai dan bakso lalu tumis hingga bawang bombai dan bakso kecoklatan
6. Kalau sudah kecoklatan masukkan tomat yang sudah diblender ke dalam tumisan. Masak hingga mengental lalu masukkan bumbu penyedap rasa sapi.

Note : untuk Mie Spaghetti nya rebus hingga matang (kurang lebih 5 menit) di dalam rebusan air mendidih, bila sudah matang, tiriskan dan taruh di dalam piring, kemudian tuangkan sausnya di atas spaghettinya.

Akhirnya jadi deh, bakso bisa juga diganti atau ditambahkan dengan kornet atau daging giling dan supaya tambah enak lagi boleh pakai saos sambal yang sudah jadi. Mudah dan kenyang ^^

On 1 komentar

Kebencian adalah awal dari rusaknya hati seorang manusia. Tak ada rasa indah yang dihasilkan dari bentuk kebencian.

Memaafkan kelemahan orang lain yang telah membuat hati kita terluka merupakan hal terpuji dan dapat membebaskan diri kita dari rasa amarah dan bentuk dzolim terhadap diri sendiri.

Mudah atau tidaknya memaafkan tergantung kerja keras kita belajar mengikhlaskan takdir Allaah.

Kedepankan khusnudzon insyaAllaah ada hikmah dibalik segala kejadian.

QS. as-Syura (42) : 39
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

QS. as-Syura (42) : 40
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosapun atas mereka.

QS. as-Syura (42) : 41
Sesungguhnya dosa itu atasorang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

QS. as-Syura (42) : 42
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

QS Al-Nur [24): 22
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ?Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Selayaknya saya sebagai manusia, mohon maaf atas segala khilaf, motivasi ini semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya terutama untuk diri sendiri yang masih banyak kelemahan ^^

On 0 komentar

Pernah marah? Pastinya pernah donk.  Penyebab marah biasanya disebabkan rasa sakit hati yang menusuk sanubari kita bukan? (cieeh) dan rasa sakit hati itu sudah tidak dapat dibendung lagi, dan pada akhirnya dilampiaskan ke dalam berbagai bentuk tindakan.  Nah biasanya bila sudah marah, sering melampiaskannya dengan tindakan yang anarkis, bukankah begitu? :D

Tetapi cukup salut juga dengan orang-orang yang bila marah, dia hanya terdiam.  Entah karena memang tipikal seperti itu atau memang sedang kehabisan kata-kata, tetapi itu lebih baik daripada berbuat anarkis bukan?!

Nah, disini akan saya postingkan dari beberapa sumber baik dari segi agama maupun dari segi biologis mengenai marah, seperti adab ketika sedang marah dan kerugian ketika kita sedang marah.
Ada beberapa kerugian dari marah, bukan hanya rugi dalam masalah kejiwaan tetapi juga rugi dalam hal kesehatan, bahkan juga dalam masalah kehidupan sosial kita.  

Marah dapat menyebabkan stres yang berkepanjangan sehingga dapat menyebabkan depresi.  Marah atau dendam terhadap seseorang bisa membuat kita terus mengingat-ingat kesalahan orang tersebut, di mata kita tidak ada deh kebaikan dari orang tersebut.  Nah, depresi itu bisa menyebabkan kita putus asa dan biasanya depresi bisa mengakibatkan banyak hal, seperti bunuh diri (naudzubillaah) dan bisa mengakibatkan kegilaan, iyah tidak sih?

Selain itu, Marah juga bisa membuat kita terkena efek kesehatan negatif dari biologis tubuh kita.  Contohnya, kita bisa terkena sakit jantung karena  saat kita marah, dampak psikologi akan langsung dirasakan jantung dan arteri. Emosi negatif seperti rasa marah dan benci akan mengaktifkan respon "melawan atau lari" sehingga hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol, akan membuat jantung berdetak lebih keras. Demikian juga halnya dengan napas yang menjadi cepat dan tekanan darah meningkat sebagai akibat pembuluh darah yang mengerut.

"Kadar adrenalin dan kortisol dalam kadar yang tinggi akan memberi efek racun bagi jantung. Selain itu terlalu sering marah akan mempercepat proses ateroklerosis atau penimbunan lemak di pembuluh darah," kata Jerry Kiffer, MA, peneliti bidang jantung dan otak dari Cleveland Clinic's Psychological Testing Center, AS. (
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/21/16100877/Pemarah.Rentan.Sakit.Jantung)

Serem yah, tetapi ternyata bukan itu aja, kerugian saat kita marah masih ada lagi, nah kalau ini dari efek kehidupan sosialnya, efek dari marah bisa mengakibatkan kita dijauhi oleh teman bahkan jadi bertambah deh musuhnya.  Pertanyaan sederhana untuk diri saya sendiri dan teman-teman, mau tidak berteman dengan orang menyimpan amarah dan dendam? Atau dengan orang-orang yang pemarah?

Lalu, kira-kira seperti apa yah yang harus kita lakukan ketika emosi kita sedang meningkat, disini saya akan memberitahukan adab-adab marah yang saya ambil dari salah satu sumber, sebaiknya apa saja yang kita lakukan ketika sedang marah.

Pertama, jangan marah, kecuali karena Allah SWT. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah.

"Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala," tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.

Kedua, berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Ia mengingatkan, kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim.

Ketiga, mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT. "Ingatlah kekuasaan, perlindungan, keagungan, dan keperkasaan Sang Khalik ketika sedang marah," ungkap Syekh Sayyid Nada. Menurut dia, ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Sesungguhnya, papar Syekh Sayyid Nada, itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun (sabar).

Keempat, menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Syekh Sayyid Nada mengungkapkan, Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya yang telah muncul. Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran:134).

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bahri, ketika kemarahan tengah me muncak, hendaknya segera menahan dan meredamnya untuk tindakan keji. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya." (HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.) 

Keenam, diam. Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).

Kedelapan, berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah," tuturnya, Kesembilan, memeberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf." (QS Asy-Syuura:37). (
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/10/08/08/128853-adab-mengendalikan-amarah-menurut-islam)

Marah atau dendam tidaklah baik bila dapat mengakibatkan kerugian, so semoga bacaan ini bermanfaat untuk yang membaca terutama untuk diri saya sendiri yang masih harus belajar meredam marah, selayaknya saya seorang manusia mohon maaf atas segala khilaf ^^


On Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Kata 'tidak bisa' sering menjadi tembok kokoh untuk terus melaju menuju jalan yang lebih baik.  Mengerutnya keinginan untuk maju sering terjadi disebabkan karena berbagai faktor seperti malas, takut, tidak percaya diri, dan lain sebagainya.  Memang tidak mudah untuk selalu bilang dan meyakini bahwa 'saya bisa' tapi paling tidak berikan motivasi kepada diri sendiri untuk selalu yakin bahwa akan selalu ada jalan bila kita berusaha.  Yakin dimana Allaah akan merubah kaum-NYA yang mau untuk berubah.  


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11


keep the spirit, do the best for your life and let GOD do the rest ^____^



Label

motivasi (2) Masak (1) artikel (1)

Chit and Chat